UANG DAN WAKTU KOSONG PERUSAK BAGI ANAK MUDA

UANG DAN WAKTU KOSONG PERUSAK BAGI ANAK MUDA

Share This

 


Ulasan Pengajian kitab Ihya' Ulumiddin

Hari/ Tanggal : Kamis, tanggal 30 Dzulqo'dah 1443 H - 30 Juni 2022 M
Oleh  : Al Habib Abdul Qodir bin Abuya Ahmad bin Husein Assegaf


إنَّ الشَبَابَ والفراغََ وَالجِدَة # مَفْسَدَةٌ لِلْمَرْإِ أَيْ مَفْسَدَة

Sesungguhnya masa muda, waktu kosong yang banyak, dan harta yang yang lebih, itu adalah perusak bagi seorang pemuda dengan serusak-rusaknya.


              Maraknya kejahatan-kejahatan di negara kita akhir-akhir ini, dari hal obat-obatan terlarang, kekerasan seksual, kekerasan terhadap orangtua, sampai pembunuhan-pembunuhan, lebih banyak di dominasi dari kalangan pemuda.

          Miris rasanya, yang seharus menjadi pembangun di negara ini, malah menjadi perusak bagi negaranya sendiri. Yang seharusnya menjadi ujung tombak keberhasilan malah menjadi awal mula dari kegagalan. Ini semua karena apa ? Tidak lain dan tidak bukan salah satu penyebab utamanya adalah dari didikan orangtuanya yang salah. 

          Diambil dari kalam Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf, pada pengajian kitab Ihya' Ulumiddin beliau menyampaikan: "Sesuatu yang paling merusak anak-anak muda adalah banyaknya uang, dan waktu kosong"

          Apa yang di maksud dengan "banyak uang dan waktu kosong" ? yaitu orangtuanya sengaja memberikan anak-anaknya akses berupa uang yang banyak tanpa memikirkan apa dampak dari perbuatan mereka itu, dengan uang yang banyak itu anak-anak nya pun akan semakin liar, semakin brutal, semakin rusak, karena mereka menganggap semua hal yang bisa mereka perbuat di dunia kuncinya sudah ada di genggaman mereka. 

          Ditambah lagi dengan waktu kosong tanpa kesibukan, tentunya inilah yang akan menjadi pintu bagi anak-anak muda untuk berbuat serusak-rusaknya, mereka tak lagi memikirkan bagaimana efek dan dampak dari perbuatan mereka karena yang mereka fikirkan adalah kepuasan hawa nafsu mereka belaka. 

          Lalu bagaimana solusinya agar anak-anak muda kita menjadi pribadi yang sesuai dengan kriteria syari'at dan agama atau yang biasanya di sebut dengan pemuda-pemuda sholeh? Al-Habib Abdul Qodir kemballi menyampaikan "agar anak-anak kita menjadi pribadi yang sholeh yang sesuai dengan sya'riat dan agama, maka hendaknya bagi para orangtua memasukkan anak-anak nya ke pesantren. Kalau memang tidak bisa dengan berbagai alasan, maka setidaknya jangan biarkan anak-anak kita memiliki waktu kosong yang banyak. Isi semuanya dengan kegiatan, agar syaiton tidak bisa mengambil kesempatan dari celah celah waktu kosong tersebut."             

            Dalam Al Qu'ran pun Allah subhanahu wa ta'ala sudah memberikan kepada kita kriteria-kriteria tentang bagaimana gambaran pemuda yang sholeh menurut syari'at dan agama islam. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَٰهُمْ هُدًى

 "Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.(QS. Al Kahfi: 13)

           Lihatlah wahai para pembaca yang budiman, pemuda yang di sebutkan oleh Allah dalam firman nya adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah, yang mempertahankan imannya hanya karena Allah, sehingga apa hadiah yang Allah berikan kepada para pemuda-pemuda tersebut? yaitu berupa petunjuk yang di berikan oleh Allah, petunjuk dari segala kebeneran, petunjuk untuk menghindari jalan-jalan kesesatan, dan tentunya petunjuk agar bisa sampai bertemu dengan-Nya.

          Maka hendaknya bagi para orangtua dan juga kaum-kaum muda milenial, unutk mengamalkan nasehat-nasehat yang di sampai kan oleh para ulama' kita bukan malah meniru lifestyle orang-orang kafir yang tidak berakhlak, dan mengikuti terhadap apa yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala karena segala sesuatu yang di sampaikan oleh Allah itu benar adanya dan nyata akan terjadi nya. (Abd.Mthr)



Wallahu a'lam bi Asshawab.

Mudah-mudahan bermanfaat.  https://t.me/darulihya

                                                          https://wa.me/c/6283141552774

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages