
Tak lama kemudian terdengar lagi ricuhan orang-orang yang saling berbisik satu sama lain, mereka mengatakan “Anak itu sungguh durhaka, dia tega membiarkan ayahnya jalan sambil menuntun keledai sedangkan dia duduk santai di atasnya”, mendengar hal itu Luqman Al Hakim menyuruh anaknya untuk berpindah posisi, yakni kini Ayahnya yang menaiki keledai, sedangkan anaknya berjalan menuntunnya.
Baru jalan beberapa meter saja terdengar lagi teguran yang menyerukan “Orang ini sangat tega dengan anaknya, ia membiarkan dirinya duduk santai diatas kendaraan sedangkan anaknya berjalan menuntunnya”, tanpa piker panjang Luqman Al Hakim segera turun dan memutuskan untuk berjalan bersama-sama dengan anaknya menuntun keledai kendaraanya.
Subhanallah, tak lama terdengar lagi gunjingan orang-orang disekitarnya yang mengatakan “Apakah mereka sudah gila, buat apa mereka memiliki kendaraan kalau hanya untuk dituntun saja, tak dinaiki sama sekali?”, mendengar hal seperti itu Luqman Al Hakim baru sadar seraya berkata kepada anaknya “Wahai Anakku, beginilah keadaan orang yang selalu menuruti apa yang orang katakan. Hendaknya bagi seseorang janganlah peduli apa yang orang katakan, selama hal yang kita perbuat itu benar dimata Allah,maka lakukanlah, dan selama hal yang kita perbuat itu salah dimata Allah, maka hindarilah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar