PENERUS YANG MENJADI PANUTAN

PENERUS YANG MENJADI PANUTAN

Share This

 



          Mengetahui sifat orang-orang baik, bisa membuat seseorang memiliki kesadaran diri dan keinginan untuk berubah menjadi seperti mereka. Oleh karena itu, hendaknya kita mendengar lebih banyak lagi cerita orang-orang sholeh, agar kita bisa mengikuti hidup seperti mereka yang penuh dengan kesuksesan dunia dan akhirat.

          Karena, ulama akhirat adalah seorang penerus yang meneruskan ilmu-ilmu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, sehingga layak menjadi panutan bagi diri kita semua.

     Berikut, adalah beberapa kisah perjalanan orang-orang sholeh yang dapat menjadi panutan dan contoh bagi kita umtuk mengikuti mereka:

          Imam Ahmad bin Hanbal sholat sehari semalam tiga ratus rakaat, dan mengkhatamkan Al-Qur'an di setiap tujuh hari, dan setiap tujuh malam khatam. Dan beliau sedikit tidur, dan tidurnya hanya sebentar setelah isya', kemudian bangun sampai subuh serta melaksanakan sholat dan berdo'a.

          Suatu hari Imam Abu Ishaq As-Syairazi berjalan dengan sebagian muridnya, kemudian beliau berpapasan dengan seekor anjing, sampai muridnya mengusir anjing tersebut, maka melarang Imam Ishaq As-Syairazi dan berkata kepada muridnya: "Apakah engkau tidak tahu? Bahwa jalan ini adalah bagianku juga bagian anjing tersebut."

          Maka bisa kita fahami dari cerita tersebut, hendaknya kita tidak boleh mengambil hak yang lain, walaupun seekor anjing yang ingin melewati jalanan.

          Dan Imam Abu Ishaq As-Syairazi juga, ketika beliau masuk masjid untuk makan seperti biasanya, kemudian beliau lupa kalau uangnya tertinggal di masjid, ketika ingat di jalan, maka beliau kembali sampai mendapati bahwa uangnya masih ada, tidak disentuh seseorang, tapi beliau berkata: "Mungkin ini milik orang lain yang tertinggal."

          Di dalam ((Majmu' Kalam Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi)): Bahwa As-Syekh Al-Qodhi Al-Muhib At-Thobriy berumur seratus dua tahun, dan tidak berubah badan beliau, baik tangannya atau kakinya atau pendengarannya atau pengelihatannya, dan beliau tetap mengajar. Maka muridnya bertanya: "Bagaimana Allah membuat engkau awet muda wahai Tuanku, dengan semua anggota badanmu sampai umur saat ini?" Kemudian dijawab oleh beliau: "Bagaimana Allah tidak mengawetkan badanku, sedangkan aku tidak pernah bermaksiat kepadanya."

          Habib Aidrus bin Umar Al-Habsyi, beliau bercerita: Bahwa ada seseorang yang berkhidmah kepada As-Syekh Zakariya Al-Anshori selama dua puluh tahun, dan dia berkata: "Aku tidak pernah melihat As-Syekh Zakariya Al-Anshori berbicara yang tidak ada manfaatnya, dan beliau selalu berdzikir kepada Allah, sampai orang yang membaca, diam untuk membenarkan bacaanya, maka beliau sambil berdzikir kepada Allah membenarkan bacaanya, walaupun keadaan diam masih tetap berdzikir."(MTHR)



Wallahu a'lam bi Asshawab.

Mudah-mudahan bermanfaat.  https://t.me/darulihya

                                                          https://wa.me/c/6283141552774

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages