TIDAK BERKUMPUL (MENDEKATI) PARA PENGUASA

TIDAK BERKUMPUL (MENDEKATI) PARA PENGUASA

Share This

 



Ulasan Pengajian Manhajussawi

Hari/ Tanggal : Selasa (sore), tanggal 2 Rabi'ul Akhir 1442 H - 17 November 2020 M
Oleh  : Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad bin Husein Assegaf


          Diantara adab seorang ulama' itu adalah tidak berkumpul (mendekati) dengan para penguasa, para pejabat.

          Berkata Al-Imam Ja'far As-Shodiq :"Ulama' yang memegang amanat para rasul selama tidak mendekati raja (pemerintah) dan tidak sibuk urusan dunia, apabila mereka mendekati raja (pemerintah) dan sibuk terhadap dunia, maka sungguh mereka telah khianat kepada Allah dan Rasul, maka jauhilah mereka dan hati-hatilah terhadap mereka."

          Antara cinta terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat itu tidak bisa disatukan. Seperti orang yang punya dua istri, engkau mencoba menyenangka salah satu pasti engkau menyakiti hati yang satunya, tidak bisa engkau menyenangkan dua-duanya karena jika menyenangkan yang satu yang satunya marah.Dan juga dunia dan akhirat itu seperti seorang ibu dan putrinya, jika engkau menikahi ibunya maka haram menikahi anaknya, dan jika engkau menikahi anaknya maka haram menikahi ibunya, tidak bisa kita menikahi dua-duanya harus pilih salah satu. Itu permisalan dunia dan akhirat.

          Tidak bisa berkhayal kita cinta akhirat dan juga cinta dunia, jika sudah cinta akhirat maka dari dunia akan jauh kurang semangat terhadap dunia, dan jika condong terhadap dunia maka terhadap akhirat akan jauh kurang semangat terhadap akhirat. Tidak bisa dua-duanya dikumpulkan jadi satu itu tidak akan bisa.Maka orang yang berprofesi sebagai ulama' mau tidak mau harus meninggalkan dunia, karena ilmu yang di miliki menntut dia untuk menjauh dari dunia.

          Al-Imam Ghazali mengatakan: "Dasar dari semua ilmu pengetahuan itu adalah mengerti bahwasannya dunia itu sementara dan akhirat itu kekal abadi," hal ini harus di fahami harus di yakini. Imam Ghazali juga mengatakan: "Kalau ada orang yang masih tidak mengerti urusan ini walaupun dia punya kitab yang banyak ilmunya setinggi langit tapi tidak bisa mengerti dalam urusan ini bahwa dunia itu sementara dan akhirat itu lebih baik dari pada dunia, maka tidak pantas dia di sebut sebagai seorang yang alim."

           Ada sebuah perkataan: "Kalau engkau meliat ada seorang ulama' yang cinta terhadap dunia, maka curigai fatwanya, mengapa karena setiap pecinta akan tenggelam pada sesuatu yang dicintai nya. Kalau seseorang sudah cinta terhadap dunia maka pikirannya semuanya terarah untuk mencari dunia. Jadi dia akan mencari dunia itu dengan cara apapun dan bagaimana pun.Maka hati-hati kalau orang sudah cinta dunia motivasinya dia akan terobsesi dengan dunia sehingga ceramahnya untuk urusan dunia, bahkan fatwanya bisa berubah-rubah tergantung permintaan.

          Dan diriwayatkan: sejelek-jelek ulama' adalah mereka yang mendatangi pejabat dan sebaik-baik pejabat adalah yang mendatangi pejabat. Dalam sejarah Ali bin husein As-shandali diantara manqibnya, bahwasannya raja Malik Syah berkata kepada Ali bin husein As-shandali: "Kenapa engkau tidak pernah datang ke istanaku," kemudian Ali bin husein As-shandali menjawab: "Saya tidak mau datang ke tempat mu. Supaya kamu menjadi raja yang terbaik, karena engkau mendatangi ulama'. Dab aku tidak jadi ulama' yang terburuk, karena aku mendatangi para penguasa.

          Al-Imam Ahmad bin zein Al-Habsyi naf'aallahu bih mengatakan: "larangan mendatangi penguasa atau raja itu tidak secara muthlaq, yang dilarang itu mendatangi penguasa untuk mencari dunia (kedudukan, uang) itu dilarang. Tapi orang yang tujuannya mendatangi pejabat untuk menasehati maka hal seperti itu tidak tercela. Bahkan orang yang mencela hal itu dianggap salah(tidak semua yang datang ke penguasa itu tercela,ada pengecualian,yang tercela kalau g mendatangi pejabat untuk dunia, kalau datang untuk menasehati tidak tercela). Bahkan banyak orang-orang sholeh sengaja datang ke pejabat, tapi tujuan mereka untuk menasehati dan karena kasihan dengan para pejabat tersebut dan juga untuk kepentingan kaum muslimin. (Santri Darul Ihya') 


Wallahu a'lam bi Asshawab.

Mudah-mudahan bermanfaat.  https://t.me/darulihya

                                                    https://wa.me/c/6283141552774

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages